Penelitian Energi Mandiri

Penelitian sudah menjadi pekerjaan rutin bagi banyak instansi dan di dunia pendidikan. Tetapi penelitian juga dilakukan oleh para individu yang kreatif dan inovatif. Salah seorang di antaranya adalah Pak Paijo yang asli dari Jawa Tengah tetapi tinggal di pedalaman Sulawesi Selatan. Tidak salah jika saya menyebutnya sebagai pribadi yang kreatif dan inovatif karena ternyata beliau sudah membuat banyak desain. Bahkan beberapa di antaranya sudah dalam tahap purwarupa (prototype).

Perkenalan saya dengan Pak Paijo bermula dari keaktifan beliau dalam memberikan komentar di artikel saya, yaitu di: Swadaya Listrik: Mengatasi Pembodohan TDL PLN. Dari sanalah akhirnya berkembang untuk membuat suatu situs khusus untuk mencari, meneliti dan menciptakan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan sekaligus mudah, mudah dan tepat guna sehingga pengadaan dan operasionalnya dapat dilakukan secara mandiri.

Salah satu kontributor di situs ini adalah Pak Paijo dengan laporan penelitian dan pengembangan pembangkit energinya. Mari kita tunggu perkembangan dan hasilnya. Selamat berkarya Pak Paijo. Semoga berhasil. Salam.

32 Responses to “Penelitian Energi Mandiri”


  1. 1 paijo1965 Oktober 17, 2006 pukul 12:05 am

    PAIJO, SUDAH BEREKSPERIMEN SEJAK KECIL

    Nama saya Paijo. Sejak kecil ( SD ), saya sudah tertarik tentang hal-hal yang bersifat teknik dan mekanik. Banyak eksperimen kecil-kecilan yang telah saya lakukan sejak kecil hingga sekarang. Sangat disayangkan, sebagian besar tidak terdokumentasikan bahkan nyaris tanpa jejak sama sekali. Namun demikian, ada beberapa diantaranya yang cukup menarik untuk disharingkan. Saya bersyukur dikaruniai daya ingat grafis yang cukup kuat sehingga saya masih dapat mengingat semua eksperimen saya bahkan sampai ke detailnya sekalipun. Belakangan ini, saya berusaha untuk merekonstruksi hasil-hasil eksperimen saya terdahulu untuk disharingkan dengan anak-anak saya dan juga orang lain yang berminat. Saya menyadari bahwa saya hanyalah seorang eksperimenter bonek. Dapat dikatakan bahwa bakat saya berkembang karena alam, dan tidak tersentuh pendidikan formal yang berhubungan dengan teknik karena masalah kesulitan biaya. Namun demikian, saya bangga menjadi seorang Paijo Eksperimenter Freelance.

    KISAH PENEMUAN PERTAMA SAYA :
    Ketika masih kecil ( SD ) saya sering disuruh orangtua saya untuk menjaga padi di sawah supaya tidak habis dimakan burung pipit. Karena bosan menjaga selama seharian, saya berfikir untuk memanfaatkan aliran air pancuran di situ untuk menggerakkan orang-orangan sawah. Untuk itu akhirnya saya buat sebuah kincir kecil ( kincir type lintasan ) yang porosnya diberi engkol untuk menarik-narik tali yang dihubungkan ke orang-orangan sawah yang diberi bunyi-bunyian ( kaleng yang diisi kerikil ). Kincir ini kemudian tidak dapat berfungsi ketika debit air menjadi sangat kecil. Oleh karena itu saya kembali mencari cara lain untuk menggerakkan orang-orangan sawah tadi. Mulailah proses rekayasa tanpa bantuan gambar, hanya berimajinasi sambil memegang benda-benda di sekitar sebagai alat bantu. ( Catatan : Cara seperti itu masih saya gunakan sampai sekarang dan terbukti efektif. Biasanya gambar/sketsa baru saya buat setelah proses visualisasi. Untuk desain yang cukup rumit, biasanya proses visualisasi dan pembuatan sketsa dilakukan selang-seling secara bergantian )
    Setelah desain ( di kepala ) jadi, maka alatnyapun saya buat dan ternyata sukses. Alat tersebut saya saya beri nama kincir tongkat jungkat-jungkit. Kincir tongkat versi pertama hanya berupa sebatang bambu sepanjang kira-kira satu setengah meter yang dibuat seperti mainan jungkat-jungkit. Pada satu ujung diberi beban ( pemberat ) dan pengait tali, sedang diujung lainnya diruncingi ( seperti bambu runcing ) untuk menadah air pancuran. Cara kerjanyapun sangat sederhana. Ketika ujung runcing kosong, ujung berpemberat berada di bawah dan ujung runcing berada diatas menadah air pancuran. Ketika ujung runcing penuh air ( lebih berat daripada pemberat ), maka ujung berpemberat akan naik dan ujung runcing akan turun karena lebih berat. Ketika dalam posisi itu ( menungging ), maka air akan tumpah sehingga ujung runcing akan kembali kosong dan ringan. Hal itu akan menyebabkan ujung runcing kembali naik lagi ke posisi semula dan menadah air pancuran lagi. Demikian seterusnya, sehingga kincir akan bergerak jungkat-jungkit. Aplikasi kincir tongkat pada waktu itu adalah untuk menarik-narik tali yang dihubungkan dengan orang-orangan sawah agar bergerak-gerak terus dan berbunyi ( digantungi kaleng yang diisi kerikil ) supaya burung pipit tidak memakan padi di situ. Kelebihan kincir tongkat jungkat-jungkit adalah sederhana dan dapat bekerja pada debit air yang sangat rendah.

    Perkembangan lebih lanjut, saya telah mendesain ulang kincir tongkat jungkat-jungkit yang lebih sempurna. Bahannya bukan lagi bambu melainkan kayu ( balok, papan , dan paku ) atau besi ( pipa, plat, bearing ). Prinsip dasarnya tetap sama yaitu jungkat-jungkit. Penyempurnaan saya lakukan pada penampung air dengan sistim pintu air ( sistim sliding / geser dan sistim engsel ) yang akan membuka total secara otomatis ketika mencapai tanah ( dasar ) ketika bergerak turun. Selain itu, saya menambahkan mekanisme semacam gerendel penahan yang akan terlepas secara tiba-tiba ketika air di bak telah penuh. Hal tersebut untuk memberikan efek gerak
    cepat penuh tenaga ketika berjungkit. Jika dibuat dalam ukuran besar, kincir tongkat akan dapat digunakan untuk menggerakkan pompa air ( type piston ), atau untuk menggerakkan penumbuk padi ( alu ). Kelemahannya, tidak cocok untu menggerakkan dinamo listrik maupun alat lain yang memerlukan gerakan berputar. Kelemahan yang lain, pengaturan frekuensi jungkat-jungkitnya masih kurang fleksibel. Anda tertarik ?

  2. 2 Sandy Sulistiyono Oktober 18, 2006 pukul 12:56 pm

    Bayangkan saja jika kita tidak lagi memasang kabel PLN. Tetapi tiap rumah terdapat panel-panel surya yang diletakkan diatas genting. Dan panel surya itu sebagai penyaplai daya alat-alat listrik. Kita bisa mandiri listrik sendiri. Adapun saya sudah melakukan penelitian dan percobaan membuat panel surya sendiri dengan menggabungkan transistor silikon yang dibuka tutupnya dan guna memaksimalkan daya yang dihasilkan saya menggunakan lensa untuk mengfokuskan sinar matahari dan hasilmya sangat memuaskan. Bisa cukup menyalakan alat-alat listrik rumah tangga. Kalau malam tidak kuatir kalau tidak ada pencahayaan matahari, karena pada siang hari, tenaga dari transistor tersebut saya gunakan untuk mencharger Accu. Accu juga saya rangkai dengan sedemikian rupa dapat menyimpan daya. Hasilnya sangat memuaskan. Wah bisa-bisa jika ini dipasang desetiap rumah dan masyarakat bisa swadaya listrik sendiri PLN bisa gulung tikar. jika berminat Email saya.

  3. 5 dewo Oktober 18, 2006 pukul 1:00 pm

    @Sandy

    Saya juga punya impian yang sama. Oh iya, mengenai solar cell, Priyadi telah menuliskan artikel hitung-hitungan penggunaan Solar Cell. Silakan kunjungi: “Hitung-hitung Tenaga Surya.”

  4. 6 Teguh September 12, 2007 pukul 5:20 pm

    salam kenal mas paijo… saya tertarik topik tentang energi apalagi sekarang kebutuhan akan

    energi meningkat dengan pesatnya, menurut saya ada sumber energi yang sangat potensial untuk

    dikembangkan yaitu :
    1. energi gelombang lautan, ombak lautan tidak pernah berhenti berdebur, dari sebelum saya

    lahir sampai sekarang dan mungkin jutaan tahun ke depan… dia membawa daya ribuan megawatt

    yang bisa dimanfaatkan untuk mensuplay kebutuhan energi (listrik) ke banyak kota. saya

    pingin tahu apakah mas paijo pernah eksperimen membuat mesin untuk mengkonversi energi

    gelombang lautan menjadi energi listrik? kalo ya bagaimana caranya?
    2. energi tidal/pasang surut, dua kali sehari di lautan terjadi pasang naik dan surut karena

    gravitasi bulan saat mengelilingi bumi, pada saat pasang naik/surut terjadi aliran

    (perpindahan) massa air laut yang cukup banyak, menurut saya lebih dari 100km3 (seratus

    kilometer kubik) berpindah mengiringi peristiwa pasan surut ini. dan ini adalah potensi

    energi yang cukup besar. bandingkan dengan arus udara (angin), air laut mempunyai massa

    jenis yang jauh lebih besar -lebih dari 800 kali- sehingga potensi energi yang bisa dihasilkan jauh lebih besar, apakah mas paijo punya cara untuk mengkonversi energi pasang surut ini menjadi energi listrik?
    kalo dua sumber energi diatas bisa kita eksploitasi maka tidak akan ada krisis energi, ok?
    mohon penjelasanya kang….

    tengkyu

  5. 7 Global Power Oktober 23, 2007 pukul 11:57 am

    Bilamana ada yang membutuhkan panel2 listrik, box panel, komponen panel, genset ataupun penangkal petir elektrostatik bisa klik alamat kami:

    http://www.g-powers.com
    http://www.globalpowerengineering.blogspot.com

    terima kasih.

  6. 8 Rakhmat Arief November 29, 2007 pukul 5:55 am

    Mas Sandy Sulistiyono bisa dihubungi dimana ?? saya tertarik dengan listrik bertenaga surya.

  7. 10 tri ariadi Januari 29, 2008 pukul 1:03 am

    Mas Sandy, Transistor anda paka 2N3055 ? Kalau ya butuh berapa banyak Transistor tersebut untuk 1 panel ?

  8. 12 anggun Juni 25, 2008 pukul 8:43 am

    ada yang punya rangkaian lampu emergensi.. kirimi aku dong di anggun_ll@yahoo.com .. terima kasih banyak…

  9. 13 zaki Juli 15, 2008 pukul 5:21 am

    harus ada solusi yang tepat dan murah untuk mengatasi krisis energi.
    Indonesia yang mempunyai penduduk yang lagi bergairah untuk membangun, membutuhkan energi yang sangat besar apa jadinya jika Indonesia kehabisan energi?

  10. 14 sandy sulistiyono Juli 17, 2008 pukul 4:35 am

    maaf saya sudah lama yidak kirim kabar.

  11. 15 sandy sulistiyono Juli 17, 2008 pukul 4:43 am

    Pemadaman bergilir lagi, bosan tuh…., mending kembali lagi ke alam. CELL SURYA
    BUAT SENDIRI TANPA BAYAR REKENING BULANAN.
    HATI TENTRAM TIDUR PUN PULAS

  12. 18 sandy sulistiyono Juli 17, 2008 pukul 4:54 am

    Sudah sepantasnya kita kembali ke alam. Dan jangan disia-siakan. Karena kita bagian dari alam. Kalau kita berpikir dan berusaha pasti ada jalan. Sekarang baru terasa semua pada naik kan harga-harga kebutuhan. Saya membuat komentar blog ini 2 TAHUN yang lalu. Sekarang kebukti kan bahwa PLN sudah tidak bisa diandalkan lagi. SEKARANG

  13. 19 Ryu Agustus 31, 2008 pukul 10:53 pm

    mas sandy !
    saya sangat ingin tau sketsa pembuata solar sel surya yang telah mas buat, sekiranya mas berkenan untuk mengirimkanya ke alamat email saya
    di ryu_senshy@yahoo.co.id
    saya sangat berterima kasih atas bantuan mas sandy

  14. 20 jainuri September 4, 2008 pukul 2:06 pm

    untuk mas sandy, saya sangat tertarik dengan penemuan anda, apalagi tentang pembuatan panel surya sendiri, sekiranya boleh…tolong saya di kasih sekemanya dong… soalnya saya pengen yoba buat sendiri, karena beli jadi sagat mahal mas…gak ada uangnya., tolong sekemanya di kirim di email saya ya mas sandy, di jainovanova@yahoo.co.id saya mohon mas sandy.

  15. 21 edie Oktober 4, 2008 pukul 12:35 am

    aku pake gelombang radio aja,gak perlu nunggu panas,satu unit bisa charger hp,,lumayan.

  16. 22 adi dharmawan Maret 30, 2009 pukul 7:43 am

    salam kenal mas sandy, kalau mas tidak keberatan mohon supaya saya dikirimi sketsa solar cell-nya ke alamat x5121xx@gmail.com terima kasih banyak mas Sandy

  17. 23 Robert Panie April 7, 2009 pukul 1:57 am

    Salam kenal juga mas sandy, saya berminat juga untuk dikirim sketsa solar cell-nya kalau tidak keberatan, karena saya mau belajar buat sendiri dan tolong dikirim sketsanya dan bahan2 yang diperlukan ke alamat robertlpanie@yahoo.co.id, terima kasih banyak atas perhatiannya

  18. 24 Riko Mustio M Oktober 22, 2009 pukul 3:06 pm

    salam kenal mas sandy,
    kalau mas tidak keberatan mohon supaya saya juga dikirimi sketsa solar cell-nya ke alamat saya yakni : riko_mustio@yahoo.com terima kasih banyak mas Sandy

  19. 25 ade Desember 26, 2009 pukul 3:31 am

    mas sandy, saya sedang kesulitan membuat tugas akhir saya tentang solar panell.jikalau boleh saya mohon untuk dikirim skema rangkaian solar cell yang menjdi ide mas sandy.

  20. 26 marjono Januari 26, 2010 pukul 4:36 pm

    kg paijo kiro2 py yo crane gae org2an dswah tp cm pkek dana minim////
    tanks

  21. 28 pakdethon Mei 26, 2010 pukul 3:06 pm

    membuat solar cell dg transt 2N3055 , apa harus pakai sinar matahari ? bagaimana kalo pakai lampu pijar ? bgmn kalo pakai transt MJ2955 pnp?

  22. 30 arya duta November 1, 2011 pukul 1:58 pm

    mas tolong dong kirimkan saya rangkaiannya dan bahan yg bisa buat solar cell….. makasih mas kirim ke ,,,,,,,,,,
    ar_ya_901@yahoo.com

  23. 31 Istanamurah Desember 27, 2013 pukul 4:04 am

    perlu dicontoh sekali pak paijo tersebut karena telah menginspirasi kita semua, thanks

  24. 32 Maxgrosir Februari 19, 2014 pukul 3:30 am

    salut sama pak paijo, semangat!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: