Swadaya Listrik

Listrik di Jakarta Padam Mulai Pukul 13.00 WIB” dan “BBM Habis, PLN Padamkan Listrik Sementara di Jabotabek“, itulah 2 tajuk berita di sebuah situs berita online ANTARA. Akibat dari pemadaman ini diklaim merugikan banyak pengusaha. Seorang pengusaha budidaya ikan mengklaim kerugiannya sampai ratusan juta. Akibat dari pemadaman ini, bibit ikannya tidak mendapat penerangan dan akhirnya naik ke permukaan air dan memakan bibit yang lain. Akhirnya banyak bibit yang gagal karena dimakan oleh bibit yang lain. (Cerita ini diambil dari berita di MetroTV 13/10/2006).

Ini baru satu contoh kasus saja. Saya yakin masih banyak lagi kerugian, tidak hanya materiil tetapi juga moril. Kerugian moril? Ya betul, kerugian moril juga bisa terjadi. Misalnya tidak dapat belajar, bekerja, atau tidak bekerjanya alat penunjang kehidupan, dll. Bagaimana mengatasinya?

Paling mudah adalah jika kita memiliki cadangan sumber daya listrik. Tapi dari mana? Coba mari kita coba baca kembali artikel di: “Swadaya Listrik: Mengatasi Pembodohan TDL PLN” atau artikel saya yang lain di kategori energi.

Mari kita pikirkan bersama bagaimana agar bisa menemukan dan menciptakan sumber listrik yang ramah lingkungan sekaligus murah, mudah dan tepat guna. Dengan demikian pengadaannya bisa dilakukan secara swadaya baik oleh perorangan atau pun kelompok. Semoga dengan adanya swadaya listrik ini dapat menjadikan kita lebih maju, lebih mandiri dan tentu saja lebih cerdas. Dan yang terpenting adalah: KEMANDIRIAN.

15 Responses to “Swadaya Listrik”


  1. 1 away November 19, 2006 pukul 1:31 am

    Boss

    hai .. jika ada bahan kimia yang melontar kan listrik saat di stimuli dengan kegelapan, kedinginan, tekanan berat, yah pokok nya energi potensial lah, bukan energi kinetis

    maka kita bisa bikin reaktor listrik

    PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BERAT
    PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DINGIN
    PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA KEGELAPAN

    heheh…. bisa di teruskan dengan mimpi2 lainnya

  2. 2 sumut November 20, 2006 pukul 11:38 am

    waduh.. jabotabek masih mendingan lah dibandingkan daerah sumut yang tiap hari pasti ada giliran pemadaman listrik. Bahkan terkadang sampe 2-3 kali sehari (seperti minum obat saja). Skali pemadaman itu, 4 jam lamanya. Kebayang ga??!!

  3. 3 Candra Januari 8, 2007 pukul 9:10 am

    Terima kasih sudah kasih respon/masukan untuk riset saya. Semoga riset kita semua berhasil dan terus maju. Salam, Candra🙂

  4. 4 Paijo Januari 9, 2007 pukul 1:33 am

    @ Candra
    Oke pak, marilah kita berlomba-lomba dalam melakukan riset demi kemajuan bangsa kita. Semoga sukses. Terimakasih dan salam eksperimen.

  5. 5 heri Desember 15, 2007 pukul 7:01 am

    Kang Paijo,
    saya tuh bukan ahli elektronik, penjelasan teknis lengkap pembuatan listrik pake kincir angin gimana.
    aku bingung mau buat gimana
    thanks

  6. 6 prabowo Maret 3, 2008 pukul 6:13 am

    Ya Pak Away boleh ditambahin :
    1. Pembangkit listrik tenaga Sampah Buangan Penduduk
    2. Pembangkit listrik tenaga kinetis ( daya pegas )
    3. Pembangkit listrik tenaga pompa

    kiri-kira masih adalagi yang mau nambahin ide gilanya….

  7. 7 Emanuel Setio Dewo Maret 3, 2008 pukul 7:36 am

    Dear All,

    Wah, rupanya kita tidak kehabisan orang-orang brilian. Hehehe… Ayo kita galakkan penelitian di dunia pembangkit energi listrik. BTW, baru-baru ini seorang guru SMK Armada Magelang telah membuat panel surya dengan biaya murah, yaitu Rp 750 ribu. Silakan baca diskusinya di:
    http://dewo.wordpress.com/2008/03/02/panel-surya-tidak-lagi-mahal/

    Semoga bermanfaat. Salam.

  8. 8 prabowo Maret 3, 2008 pukul 8:21 am

    Mas Dewo, salam kenal , saya tinggal di Depok- Sawangan , saya bersyukur dapat menemukan milis ini, apalagi dengan Pak Paijonya.. wah hebat-hebat dan gila-gila hehehehehe

    salam kenal prabowo-bril

  9. 9 Emanuel Setio Dewo Maret 3, 2008 pukul 8:50 am

    @ Dear Pak Prabowo,

    Salam kenal juga, Pak. Semuanya di sini kebanyakan orang gila (maksudnya kreatif banget). Hehehe… Selamat bergabung di sini. Semoga semua wacana kita dapat bermanfaat bagi masyarakat.

    Salam.

  10. 10 prabowo Maret 4, 2008 pukul 6:30 am

    Mas Dewo anda tinggal dikota mana klo boleh tahu??

    salam

  11. 11 kangmisno Maret 4, 2008 pukul 9:02 am

    Bang paijo, ayo bareng-bareng gawe energi terbarukan yang ramah lingkungan, memanfaatkan apa yang ada disekitar kita, misal buat sampah menjadi berkah (bio gas), air jadi listrik. dll

    salam
    http://kangmisno.wordpress.com

  12. 12 Emanuel Setio Dewo Maret 4, 2008 pukul 10:18 am

    @ Dear Prabowo,

    Saya tinggal di Semarang, Pak. Kalau Bapak dimana?
    ~~~

    @ Dear Kangmisno,

    Pesan Anda akan saya teruskan ke Pak Paijo.

    Salam.

  13. 13 yanti Desember 23, 2008 pukul 1:06 pm

    Menurut kami selaku pemerhati masalah pemadam listrik di kota-kota besar hanya dampak dari permasalahan ketersedian energi listrik, namun hal tersebut solusi bisa diatasi dengan penyediaan sumber energi listrik secara mandiri, seperti genset atau pembangkit internal di gedung-gedung.

    Justru yang patut diperhatikan sekarang ini adalah solusi bagaimana mengatasi daerah-daerah yang belum bisa menikmati energi listrik pada daerah-daerah tertinggal, apa mungkin dalam waktu dekat rasio kelistrikan di Indonesia ini bisa 100 % lihat misi PLN 75/100.

    Saya secara tidak sengaja melihat satu web blog di alamat http://limar.blogdetik.com/, yang saya kira cukup meringkan beban negara kita mengenai permasalahan krisis energi listrik, dan mencapai target terhadap listrik yang swadaya

  14. 14 Istanamurah Februari 19, 2014 pukul 3:15 am

    nampaknya sekarang sudah ada ilmuwan yang menciptakan energi listrik namun ramah lingkungan, anak ITS juga sempat menciptakan mobil desaign sport berbahan bakar listrik namun ramah lingkungan!!


  1. 1 panel kontrol genset Lacak balik pada September 19, 2014 pukul 3:14 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: