STABILISATOR TURBIN UAP ”PAIJO” ( bag-1 )

STABILISATOR TURBIN UAP ”PAIJO” ( bag-1 )
By Paijo
Tentang alat stabilisator turbin uap, saya sudah mencoba untuk membuat sketsa berdasarkan keterangan dan gambar yang diberikan oleh Bapak Mulyadi. ( Sketsa belum selesai karena masih ada data yang belum lengkap ). Agar turbin uap dapat bekerja stabil sesuai keinginan, diperlukan alat tambahan yang untuk mudahnya saya sebut saja STABILISATOR TURBIN UAP ”PAIJO”. Setelah saya corat-coret, sepertinya terlalu sulit untuk membuat desain yang full mekanik. Jadi desain yang saya buat menggunakan beberapa alat kombinasi mekanik-elektronik yang relatif sederhana yang dapat mendeteksi kecepatan putar dinamo untuk kemudian mengatur bukaan valve secara otomatis sehingga jumlah uap yang masuk turbin selalu sesuai kebutuhan.

Sebagai gambaran, STABILISATOR ini mempunyai bagian-bagian utama sebagai berikut :
1. Unit sensor, yang berfungsi untuk mendeteksi kecepatan putar dinamo dan posisi bukaan valve. Unit sensor ini ada 4 buah yang seluruhnya mekanik sehingga relatif sederhana, mudah dibuat, dan handal. Karena saya menggunakan sensor mekanik yang bekerja secara analog, maka perlu ajustment ( penyetelan ) pada saat pertama kali akan dipakai dengan cara trial and error ( coba-coba ). Sensor kecepatan putar tersebut dapat dibuat dalam bentuk unit alat tersendiri yang dihubungkan dengan v-belt atau rantai dengan dinamo. Dapat juga dibuat dalam bentuk ditempelkan langsung pada pulley dinamo dengan menggunakan baut. Masing-masing pilihan jelas mengandung kelebihan dan kekurangan. Sedangkan sensor pendeteksi posisi bukaan valve juga menggunakan sistim mekanik yang relatif sederhana namun akurat dan handal. Selain itu, sebaiknya ada juga sensor yang mendeteksi jika belt penghubung turbin dengan dinamo putus ( yang ini tidak wajib ada ). Dengan adanya sensor belt putus tersebut, dimungkinkan untuk menutup valve secara otomatis sampai turbin berhenti berputar. Dengan cara tersebut, kemungkinan kerusakan turbin atau kecelakaan dapat dikurangi.
2. Unit kontrol, yang mengolah hasil sensor untuk kemudian menghasilkan tindakan membuka atau menutup valve dengan menghidup-matikan motor listrik. Unit kontrol ini menggunakan rangkaian beberapa buah relay dan komponen elektronik lainnya serta menggunakan arus DC 12 dari adaptor. Hanya relay yang langsung berhubungan dengan motor listrik saja yang mungkin menggunakan arus 220 volt AC.
3. Motor listrik, yang berfungsi memutar valve membuka dan menutup. Motor listrik yang digunakan adalah type induksi. Jumlahnya bisa sebuah ( jika 3 phase ) atau 2 buah ( jika 1 phase ). Jika menggunakan motor listrik 3 phase, arah putaran motor yang akan dibolak-balik oleh unit kontrol, arah tertentu untuk membuka dan arah sebaliknya untuk menutup. Jika menggunakan motor listrik 1 phase, diperlukan 2 buah motor listrik yang dihubungkan secara paralel dengan unit pereduksi ( kedua motor saling berlawanan arah ). Motor yang satu untuk membuka valve sedangkan yang satunya lagi untuk menutup valve. Ukuran ( besar kecilnya ) motor listrik hendaknya disesuaikan dengan besar kecilnya valve dengan maksud agar waktu untuk menambah atau mengurangi bukaan relatif cepat dan motor tahan lama karena tidak kelebihan beban. Untuk motor listrik ini, lebih bagus jika dipilih yang bekerja pada putaran rendah ( 720 – 1440 rpm ).
4. Unit pereduksi, yang berfungsi mereduksi putaran motor listrik agar menghasilkan kecepatan putar dan torsi yang sesuai untuk memutar valve. Untuk mereduksi putaran motor listrik tersebut diperlukan gearbox atau sistim pulley atau sistim rantai. Masing-masing pilihan juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk gearbox pabrikan jelas bagus tapi mahal. Untuk rangkaian beberapa pulley-belt, sederhana dan murah tapi kurang licin, selip, dan banyak tenaga motor yang hilang. Untuk rangkaian gear-rantai, murah dan sederhana, cukup licin, sedikit tenaga motor yang hilang, tapi suaranya sedikit agak ribut. Pemilihan hendaknya mempertimbangan penguasaan skill teknisi yang akan membuat / menangani, tingkat kehandalan yang anda inginkan dan biaya yang tersedia.
5. Controled Valve, merupakan valve yang telah dimodifikasi agar dapat dibuka-tutup dengan menggunakan rangkaian motor listrik dan pereduksi tersebut diatas. Controled Valve tersebut musti ditempatkan sesudah valve utama yang dibuka-tutup secara manual. Jadi uap mengalir dari pipa melalui valve utama terlebih dulu, baru kemudian melalui controled valve untuk selanjutnya menuju turbin.
6. Power suply, yang berfungsi menyediakan tenaga listrik untuk STABILISATOR. Tenaga listrik untuk STABILISATOR dapat diambil langsung dari dinamo. Namun untuk kehandalan pengendalian secara menyeluruh, sangat disarankan untuk menggunakan UPS dengan daya yang sesuai dengan motor listrik yang digunakan. Kelebihan jika menggunakan UPS yaitu STABILISATOR akan menutup valve secara otomatis sampai turbin benar-benar berhenti berputar jika belt penghubung turbin dengan dinamo putus. Jika tanpa UPS, maka STABILISATOR akan langsung mati ketika belt tersebut putus. Hal itu bisa mengakibatkan turbin rusak karena berputar terlalu cepat dalam waktu yang cukup lama sampai operator menutup valve secara manual.
7. Lampu-lampu Indikator yang menandakan keadaan apa yang sedang terjadi, putaran normal, atau putaran terlalu cepat, atau putaran terlalu lambat. Jika menggunakan UPS, dapat juga ditambah dengan alarm yang akan berbunyi jika belt putus.
Adapun prinsip kerja STABILISATOR adalah sebagai berikut :
1. Jika sensor mendeteksi kecepatan putar dinamo melebihi 1525 rpm ( mungkin disebabkan oleh berkurangnya beban pemakaian listrik ), maka unit kontrol secara otomatis akan menghidupkan motor listrik yang akan mengurangi bukaan valve sampai kecepatan putar kurang dari 1525 rpm
2. Jika sensor mendeteksi kecepatan putar dinamo kurang dari 1475 rpm ( mungkin disebabkan oleh bertambahnya beban pemakaian listrik ), maka unit kontrol secara otomatis akan menghidupkan motor listrik yang akan menambah bukaan valve sampai kecepatan putar lebih dari 1475 rpm
3. Jika sensor mendeteksi belt penghubung turbin dengan dinamo putus, maka unit kontrol secara otomatis akan menutup valve sampai rapat sehingga turbin akan berhenti berputar.
Begitulah garis besar kerjanya STABILISATOR yang sedang saya desain. dengan demikian, maka dapat diharapkan bahwa putaran dinamo akan relatif konstan berkisar 1500 rpm dengan toleransi perbedaan sekitar 25 rpm ( 1475-1525 rpm ). Dengan putaran yang relatif konstan demikian, maka tegangan yang dihasilkan juga akan konstan walaupun terjadi penambahan atau pengurangan beban pemakaian listrik. Karena kesederhanaannya, STABILISATOR ini saya perkirakan hanya mampu menangani perubahan beban yang terjadi secara gradual saja layaknya pemakaian rumah tangga. Untuk perubahan beban yang terjadi secara mendadak seperti yang lazim terjadi pada tungku pabrik peleburan logam ( furnace ), mungkin STABILISATOR ini masih kurang responsif. Namun demikian, kecepatan tanggap dari STABILISATOR ini masih cukup cepat jika dibuat dengan ketelitian tinggi dan dengan material yang berkuaitas tinggi pula.
Berkaitan dengan penjelasan di atas, maka supaya proses mendesain lebih cepat dan lancar saya perlu beberapa informasi sebagai berikut :
1. Model, ukuran, dan cara buka-tutup dari valve yang digunakan. Lebih jelas lagi jika dikirimkan gambar atau fotonya. Yang paling mudah adalah jika digunakan valve yang proses buka-tutupnya dengan cara diputar. Jika modelnya seperti itu, saya perlu data jumlah putaran yang diperlukan untuk membuka valve dari keadaan tertutup sampai terbuka penuh. Selain itu, saya juga perlu data jauhnya perubahan posisi pemutar ( jarak pergeseran linier keluar-masukknya poros pemutar valve ) pada saat terbuka dan pada saat tertutup karena akan dipasang sensor. Arah putaran juga perlu, apakah buka kanan seperti kran hidrant-nya orang Australia atau buka kiri seperti kran airnya orang Indonesia. Perlu juga disertakan data torsi minimal untuk dapat memutar pembuka valve ( newton meter ). Untuk torsi, bisa dites dengan cara memutarnya menggunakan kunci torsi mulai dari yang torsinya kecil dulu. Cara sederhana lainnya, bisa menggunakan tuas dan bandul.
2. Apakah diinginkan STABILISATOR yang dapat menutup valve secara otomatis ketika belt putus ? Fasilitas ini hanya bersifat tambahan namun jika dikehendaki diperlukan syarat-syarat seperti 2 buah motor listrik 1 phase dan tambahan UPS.
3. Type pereduksi putaran motor yang akan digunakan, apakah gearbox pabrikan, atau rangkaian pulley-belt, atau rangkaian gear-rantai. Pemilihan hendaknya mempertimbangan penguasaan skill teknisi yang akan membuat / menangani, tingkat kehandalan yang diinginkan, dan ketersediaan material di pasaran.
4. Type motor induksi yang akan digunakan, apakah 3 phase ( 1 motor ) atau 1 phase ( 2 motor ). Jika dinamonya menghasilkan listrik 1 phase saja, otomatis hanya alternatif kedua yang dapat diambil. Demikian juga jika ingin menggunakan UPS agar valve dapat secara otomatis menutup ketika belt putus.
Mengenai model turbin uap yang digunakan, terus terang saya tidak banyak tahu dan belum ada pengalaman lapangan sama sekali tentang hal tersebut. Menurut kajian saya, untuk mengatasi masalah endapan karbonat dan silika dapat dilakukan beberapa upaya berikut :
1. Memilih jenis turbin yang memiliki jarak sudu tidak terlalu rapat dengan harapan tidak mudah terganjal endapan. Endapan yang terbentuk juga mudah dibersihkan. Pemilihan turbin jenis tersbut mungkin sedikit mengorbankan efisiensi.
2. Memilih jenis turbin yang sama sekali baru yang diyakini nyaris tidak terpengaruh oleh endapan. Mungkin turbin yang cara kerjanya mirip dengan sprinkler layak untuk dicoba. Tentu saja jumlah lengannya harus banyak agar torsinya cukup besar. Mungkin yang bagus lengannya bebentuk melengkung. Agar memiliki kecepatan putar ( rpm ) yang cukup, lengannya jangan juga terlalu panjang. Hali itu berdasarkan hukum alam yang berlaku pada turbin sperti sprinkler bahwa kecepatan putar berbanding terbalik dengan panjang lengan, sedangkan torsi berbanding lurus dengan panjang lengan. Untuk menambah torsi, bisa dibuat beberapa lapis barisan lengan yang berjajar memanjang. Efisiensi turbin jenis ini mungkin tidak sebaik yang jenis standar.
3. Membuat 3 turbin atau lebih yang bekerja secara shift ( bergiliran ). Dari 3 turbin tersebut, hanya dua turbin yang rutin digunakan dan akan bergantian secara otomatis setiap 8 jam. Turbin yang ketiga merupakan spare yang akan digunakan ketika ada salah satu turbin yang rusak dan perlu overhaul. Perawatan rutin dan pembersihan endapan dapat dilakukan pada saat turbin yang bersangkutan tidak terpakai. Alternatif ini perlu biaya ekstra tapi kehandalan sistem lebih terjamin sehingga sangat disarankan untuk dilakukan jika listrik yang dihasilkan akan dipakai masyarakat luas yang pasti tidak senang jika listrik sering padam dengan alasan perbaikan sekalipun. Kalau tidak bisa 3 turbin, ya sekurang-kurang musti 2 turbin.
4. Melapisi permukaan seluruh permukaan pipa dan turbin yang kontak langsung dengan uap menggunakan bahan anti lengket misalnya teflon seperti yang digunakan untuk melapisi alat-alat dapur. Dengan cara ini, endapan yang timbul sulit untuk menempel di permukaan sehingga kemungkinan besar akan dikeluarkan bersama hembusan uap air. Namun cara ini cukup mahal meskipun telah ada perusahaan lokal yang melayani jasa coating tersebut.
5. Membungkus seluruh pipa uap dan bagian luar turbin dengan bahan isolator panas seperti glasswool, stirofoam, dsb. Dengan cara ini, temperatur dan tekanan uap dapat dipertahankan sehingga akan mengurangi jumlah endapan/kerak yang timbul.
Demikian sumbang saran sementara dari saya, sambil menunggu kelengkapan data dan informasi selanjutnya. Jika data dan informasi sudah lengkap, maka gambar bisa segera saya selesaikan dan saya akan posting secepatnya.Terimakasih dan salam eksperimen.

35 Responses to “STABILISATOR TURBIN UAP ”PAIJO” ( bag-1 )”


  1. 1 dewo Februari 16, 2007 pukul 3:04 am

    Gambarnya mana Pak?

    Selamat berkarya. semoga sukses.

  2. 2 Paijo Februari 16, 2007 pukul 2:53 pm

    @ Dewo
    Sabar pak, masih dalam proses. Nanti di bagian kedua baru ada gambarnya. Gambarnya tertunda sedikit karena Pak Mulyadi yang request STABILISATOR juga merequest SISTIM PEREDUKSI PUTARAN yang lebih urgen. Terimakasih dan salam eksperimen.

  3. 4 Roedhie Maret 15, 2007 pukul 2:29 am

    Saya juga mau lihat gambar rangkaiannya Pak…???

    Pengen nyobain juga…

  4. 5 Roedhie Maret 15, 2007 pukul 2:31 am

    tolong kirimi saya gambar rangkaiannya Pak yaa…
    thank’s

  5. 6 Paijo Maret 15, 2007 pukul 4:55 am

    @ Roedhie
    Gambarnya sudah sekitar 60 % pak, maklum hanya sambilan. Mulai minggu lalu sampai pertengahan Mei, kemungkinan saya hentikan sementara waktu karena sepulang kantor sudah menunggu di workshop anak-anak ( 2 team ) yang masing-masing sedang membuat prototype alat untuk babak final LCEN 2007 di ITS. Karena sempitnya waktu, mereka kerja sampai jam 11 malam dan tidak mengenal hari libur. Sebagai technical andvisor, saya harus mendampingi, memberi pengarahan berdiskusi dengan mereka setiap saat. Apalagi saya juga merangkap sebagai tukang las untuk menghemat biaya pengelasan. Minggu depan, saya juga ada tugas ke luar kota selama 4 hari. Jadi jika ada waktu luang saya, saya akan tetap mengerjakan desain stabilisator tapi tidak bisa secepat yang anda harapkan. Kalau sudah selesai, saya bisa kirimkan via e-mail.
    Btw … anda eksperimenter atau praktisi, dan jika saya boleh tahu anda berdomisili di daerah mana. Terimakasih dan salam eksperimen.

  6. 7 andrie April 10, 2007 pukul 11:05 am

    Permisi pak paijo Saya juga mau lihat gambar rangkaiannya STABILISATOR juga merequest SISTIM PEREDUKSI PUTARAN, sebelumnya terimakasih pak, salam ekperimen dan selalu berekayasa

  7. 8 Paijo April 11, 2007 pukul 1:13 am

    @ Andrie
    Untuk yang stabilisator, mungkin selesai bulan Juni. Sedangkan untuk sistim pereduksi putaran, sudah saya posting di blog pribadi saya. Anda dapat membuka blog saya dari link di blog ini. Gambarnya dapat juga langsung disimpan di harddisc anda. Terimakasih dan salam eksperimen.

  8. 9 dw1_p43 Mei 21, 2007 pukul 11:44 am

    mas klo ada artikel tentang pembangkit listrik tenaga angin/air lengkap dengan cara kerja dan gambar rangkaiannya…. tolong kirimkan k email
    dw1_p43@yahoo.co.id

    oche….thanks,,,,,,,,,

  9. 10 pay Juli 19, 2007 pukul 7:25 am

    pai jo…
    boleh aku minta referensi tentang pembangkit listrik yang mengandalkan kecepatan…
    klo ada kirim kan ke e-mail
    pay_morissette@yahoo.co.id

  10. 11 Hendrik Juli 27, 2007 pukul 3:00 pm

    Bagi yang berminat membuat sebuah sistem energi alternatif dengan Solar Cell, Wind Turbine, dan Fuel Cell, dapat menghubungi kami di tlp. 6259441, Fax.6595277. Terima Kasih, Tuhan memberkati.

  11. 12 Solekan September 11, 2007 pukul 2:55 pm

    Saya sangat tertarik dengan tema dia atas, ada yang bisa bantu saya tidak ya? tapi tema agak beda. Pekerjaan saya adalah dibidang pengelasan/rental. Dengan Mesin Diesel 22PK dan Dynamo 400 Amp, max kawat las yang dipergunakanan 4 m/m. Teman saya rental juga mempergunakan mesin dan dynamo yang sama tapi dymano sudah di modifikasi bisa dipergunakan 2 kabel las 4 m/m. Tolong kalau ada rekan yang bisa bantu modifikasi dynamo las 400 Amp bisa dipergunakan 2 kabel las sekaligus dengan kawat las 4 m/m.
    solekan@yahoo.com 08125926609 thanks

  12. 13 kiki_solihin September 25, 2007 pukul 8:26 am

    saya juga tertarik pada rangkaiaan yang bapak rancang tolong kirimi saya gambarmya saya mau coba dirumah

  13. 14 Sumarsono HS Oktober 23, 2007 pukul 8:08 am

    Mas Paijo,
    Saya mau tanya, bisakah UPS diubah fungsinya sebagai penghemat listrik.
    Caranya :

    Keluarkan Accu yg ada di UPS tersebut.
    Ganti input dari Accu menjadi input dari trafo, kemudian trafo tersebut dicolokkan ke listrik.
    Output dari UPS kita gunakan kepemakain listrik yang lain dech….

    Kira-kira ide saya bisa gak Mas Paijo.

    Terima kasih ya….

    Salam Kreatif selalu

    Sumarsono HS

  14. 15 ardy Oktober 29, 2007 pukul 8:39 am

    salam kenal buat bapak paijo saya sangat tertarik dengan hasil2 penelitian bapak klo saya boleh tau bapak paijo tinggal di daerah mana? saya memang masih baru mengikuti program ini dan saya sangat senang dan klo boleh saya ingin jadi bagian dari tim bapak karna kebetulan saya bisa ngelas mungkin ada yang bisa saya bantu sekalian saya mau belajar sama bapak.saya mau melakukanya karna saya sangat senang dan tertarik dengan kegiatan sperti ini.

    Trima Kasih

    Salam kenal

    Ardy

  15. 16 hera Januari 30, 2008 pukul 12:29 pm

    pak minta gambarnya dong + skema juga cara buatnya ya .thx heradestroyer@yahoo.com

  16. 17 Daryono Maret 14, 2008 pukul 7:11 am

    Numpang tanya kang Paijo , apakah kalau kita membeli turbin uap itu tidak diperlengkapi dengan stabilisator sehingga harus dibuat stabilisator seperti yang anda desain itu ? Setahu saya untuk mesin stasioner diesel atau bensin sudah diperlengkapi dengan stabilisator putaran , biasanya mekanik/sentrifugal.

  17. 18 setio suprapto Mei 30, 2008 pukul 1:49 am

    skema-nya dong mas, saya lagi merancang kompor uap dari pembakaran alang2 dan sampah kayu, saat tidak memasak uapnya terbuang, adakah turbin sederhana yang bisa menghasilkan listrik dari uap buangan tsb?
    ada yang bisa bantu?

  18. 19 Label Juni 19, 2008 pukul 7:24 am

    Somehow i missed the point. Probably lost in translation🙂 Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Label.

  19. 20 gthe boby Oktober 11, 2008 pukul 8:55 am

    saya mau cari tentang sistem pembangkit tenaga uap. tolong bahas dong!

  20. 21 hamdimahmud Maret 23, 2009 pukul 12:30 am

    Ide bagus pak,
    Perubahan diteksi RPM bisa kita gunakan dengan memasang miniseries inverter motor dan saya pernah menggunakannya.
    Terima kasih

  21. 22 asrul wahidin nur Mei 6, 2009 pukul 12:48 am

    saya sangat tertarik dengan usaha yang dilakukan mas Paijo, apa sudah ada buku terbitan mas Paijo, gimana cara mendapatkannya.terima kasih. salam sukses

  22. 23 ucut Juni 18, 2009 pukul 7:09 am

    wah…pakde sampeyan tiyang pundi bakdo kondur jateng mboten kulo ketarik kalihide-ide sampeyan lo…iki cocoke dadi tim suksese pak JK.. selamet..

  23. 24 ira Agustus 16, 2009 pukul 3:59 pm

    Saya mau tau rumus mencari daya poros turbin uap dan momen torsinya???

    Makasih.

  24. 25 leonid sp Oktober 28, 2009 pukul 11:21 pm

    Salam kenal mas “Paijo”. Situs energi cukup banyak dan beragam, namun saya lebih mengkhususkan kepada renewable energy (energi terbarukan), masalah lingkungan dan tehnologi hemat energi. Situs anda juga saya pakai sebagai salah satu tautan (link) ke situs saya. Saya harap kita dapat berbagi ilmu dan pengalaman bersama teman2 lain. Silahkan kunjungi juga situs saya. Tk. Wass buat semuanya.

  25. 26 johanes chresen April 28, 2010 pukul 2:29 pm

    salam kenal nama saya Johanes dan baru baca2 blog anda tentang energy alternatif sangat menarik bagi saya, karena tanpa sengaja ketika saya searching tentang mesin stirling malah menemukan blog anda yang sudah membahas mesin ini jauh2..saya sebetulnya punya ide tentang pemanfaatn panas lumpur lapindo untuk digunakan sebagai bahan panas untuk mesin stirling,…apakah anda sudah mencoba membuat prototypenya? dan bila sudah bagaimana hasilnya ketika di applikasikan di lapangan..mohon pencerahan

    Salam Kenal
    Johanes

  26. 27 ashar bubus Juli 4, 2010 pukul 12:01 pm

    Saya salut dengan Perancangan “BPK Paijo” Mudah mudahan saya bisa seperti bpk Paijo, Karena sy Kuliah Jurusan Pembangkit Energi.yanG bercita-cita Untuk Membuat Perancanga Turbin, Yang dpt Menghasilkan Tenaga Listrik tAmpa Menggunakan Arus PLN. Dan Mudah-mudahan SAYA bisa BELAJAR Dengan Pak PAIJO..Mudah-mudahan,

    Ashar bubus
    ( HP) 085242764676.

  27. 28 romy September 2, 2010 pukul 4:36 am

    Mas paijo yth, saya mau ingin mendapat turbin uap air dengan kapasitas kecil kl. 500Kw Double Extraction Considedring Turbin { EDC] tolong mas paijo memberikan saran untuk medapatkannya dan designnya karena saya akan mencoba membuat listik madiri di desa yang sangat terpencil di Sumatra yang blm tersentuh dgn listrik, hub saya HP 08119695912

  28. 29 hadi Agustus 5, 2011 pukul 4:51 pm

    bos dimana beli glas penduga untuk boiler di jawa timur. klo bla lwt online

  29. 30 Hada Juli 3, 2013 pukul 10:18 am

    semuanya memang butuh eksperimented,, hehe

  30. 31 Free Ads Agustus 5, 2013 pukul 5:50 am

    Helpfull aticle, thanks for posted

  31. 32 IstanaMurah Oktober 10, 2013 pukul 9:51 am

    Mantap Bang.. Ditunggu Update Postingan Yang Update Pak,,😀

  32. 33 indialester66397 April 9, 2016 pukul 10:53 pm

    LOVE THEM!!!!!! super cute!!!! that is a really good price! Click http://pepij.nl/justgoo100645

  33. 34 cetakankue April 16, 2016 pukul 7:55 am

    bisa untuk tukar menukar link pak? bagus


  1. 1 FILTERITEUSF Lacak balik pada Juni 10, 2015 pukul 6:57 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: